Showing posts with label Jenis ikan. Show all posts
Showing posts with label Jenis ikan. Show all posts

Friday, August 19, 2011

Ikan Gabus


Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah aruan, haruan, kocolan, bogo, bayong, bogo, licingan, kutuk, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata. Ikan darat yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 m. Berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular (sehingga dinamai snakehead), dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Sisi atas tubuh dari kepala hingga ke ekor berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam. Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.
Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui berjalan di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.
Pada musim kawin, ikan jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya. Ikan gabus menyebar luas mulai dari Pakistan di barat, Nepal bagian selatan, kebanyakan wilayah di India, Bangladesh, Sri Lanka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah di Asia Tenggara termasuk Indonesia bagian barat.
Gabus dan kerabatnya termasuk hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa, yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula. Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.
Manfaat dan Kerugian Ikan Gabus
Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan  kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai.
Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing. Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil.
Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika utara, ikan ini dan beberapa kerabat dekatnya yang sama-sama termasuk snakehead fishes diwaspadai sebagai ikan berbahaya, yang dapat mengancam kelestarian biota perairan di sana. Jenis-jenis snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan akuarium. Kemungkinan karena kecerobohan, maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai-sungai dan kolam di Amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, Pemerintah Amerika khawatir ikan-ikan itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan.
Gabus bagi kesehatan
Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.
(berbagai sumber)

Marlin

ikan marlin
Trolling merupakan cara memancing yang paling disenangi oleh pemancing di laut mengingat ikan yang ditangkap biasanya merupakan ikan-ikan yang besar contohnya adalah ikan marlin, ikan marlin memiliki ciri-ciri yaitu mulut yang runcing dan tajam seperti pedang. Ikan marlin yang terkenal untuk dipancing adalah ikan marlin biru. Ikan ini dapat mencapai ukuran lebih dari 400 lbs sehingga sangat menantang para pemancing untuk menangkapnya.
Pemancing itu mendambakan sekali bisa dapat marlin.  Marlin itu hebat fightnya, jenis ikan ini juga cantik sekali. Kalau terpancing, dia melompat ke atas permukaan 10 sampai 20 meter. Saat  marlin terpancing, dia naik kepermukaan sehingga ada waktu untuk tarik ulur. Di sinilah pemancing fight bagaimana memenangkan pertarungan. Kapten kapal harus cekatan juga, membantu agar tali tidak putus. Caranya bisa memundurkan kapal agar posisi tali kendur dan ada kesempatan menggulung.

Memancing  ikan Marlin dapat menggunakan umpan buatan maupun umpan alami berupa ikan tuna kecil atau mackarel. Umpan ini dipasang dengan mata pancing yang berukuran yang cukup besar sesuai dengan besarnya umpan anda. Untuk sistem trolling sebaiknya anda menggunakan kapal dengan kecepatan kira-kira 8-9 knot untuk menarik perhatian ikan ini. Dengan kecepatan ini, umpan yang berjajar akan tampak seperti kawanan ikan kecil yang sedang berenang di permukaan air. Umpan  buatan yang baik adalah yang memiliki warna cukup terang atau menggunakan umpan yang berwarna perak dan terang seperti jenis-jenis ikan yang menjadi makanan alami ikan ini seperti ikan Tuna, ikan mackarel dan jenis ikan lainnya. (Berbagai sumber)

Ikan Pari


Ikan Pari atau nama saintifiknya Dasyatis uarnak adalah sejenis ikan yang enak dimakan dan terdapat diseluruh dunia. Ikan ini bersaudara dengan ikan jerung., tetapi tidak seperti ikan jerung, yang merupakan pemangsa dengan rahang yang kuat, ikan ini jarang sekali memakan manusia dan mulutnya yang kecil bukanlah ancaman sama sekali. Ikan ini akan menggunakan giginya hanya sebagai satu bentuk mempertahankan diri. Terdapat kira-kira 200 spesies, terdapat di air tawar dan lautan. Kebanyakan ikan tidak mempunyai kemampuan untuk menyengat.
Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous (Last and Stevens,1994). Ikan pari mempunyai bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.
Ikan ini umumnya mempunyai ekor yang sangat  memanjang menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’, mata ikan umumnya terletak di kepala bagian samping. Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator. Jenis ikan ini bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral). Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor.
Ukuran ikan pari dewasa bervariasi dari ukuran yang ralatif kecil, yaitu lebar 5 cm dengan panjang 10 cm (famili NARKIDAE) hingga berukuran sangat besar yaitu lebar 610 cm dengan panjang 700 cm (pari Manta, family MOBULIDAE). Jumlah jenis ikan ini yang mendiami perairan di seluruh dunia belum ada informasi yang tepat. Adapun yang pernah teridentifikasi secara akurat di Indonesia  sesuai hasil penelitian Sainsbury et,al.(1985) dan Tarp and Ifailola (1982) yang dilakukan di Samudera Hindia sebanyak 16 spesies. Penelitian lain yang di lakukan di Laut Cina Selatan oleh Isa et.al. (1998) mencatat sebanyak 4 spesies. Distribusi geografis ikan ini sangat luas, ikan pari ditemukan diperairan tropis, subtropis dan perairan di antartika yang dingin.
Jenis-Jenis Ikan Pari (Rays) antara lain :
  • Pari Mondol

  • Pari Minyak

  • Pari Cingir

  • Pari Keprak/Pari Kupu-Kupu

  • Pari Mutiara

  • Pari Hidung Runcing

  • Pari Macan

  • Maugean Skate

  • Giant Shovelnose Ray (Rhinobatos typus)

  • Pari Hiu-Shark Ray (Rhina ancylostoma)

  • White Spotted Shovelnose Ray (Rhynchobatus djiddensis)

  • Spotted Shovel Nose Ray (Aptychotrema sp)

  • Yellow Shovel Nose Ray (Aptychotremata sp)

  • Brown Stingaree (Urolophus westraliensis)

  • Blotched Stingaree

  • Banded Numbfish

  • Ornate Numbfish (Narcine sp)

  • Numbfish

  • Eyed Skate

  • Western Round Skate

  • Brown Stingray (Dasyatis annolatus)

  • Brown Reticulad Stingray

  • Manta Ray

  • Pari Burung Elang-Spotted Eagle Ray (Aetobatus narinari)

  • Pari Harimau

  • Pari Raksasa

  • Pari Mirip Manusia

Dari sekumpulan jenis-jenis pari tersebut, Ikan pari manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya dari ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 7 meter (kemungkinan lebih karena ada laporan yang mengatakan bahwa ada manta yang lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter). Bobot terberat manta sendiri yang pernah diukur mencapai 3 ton.
Manta dapat ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia-kurang lebih antara 35 derajat lintang utara hingga 35 derajat lintang selatan. Persebarannya yang luas dan penampilannya yang unik menyebabkan ikan ini memiliki banyak nama mulai dari “manta Pasifik”, “manta Atlantik”, “devil fish”, hingga “sea devil”. Di Indonesia sendiri, pari manta memiliki aneka nama lokal seperti cawang kalung, plampangan, serta pari kerbau (mungkin karena bagian tubuh mirip tanduk di kepalanya sehingga ia dianggap mirip dengan kerbau).
Pari manta belakangan dikategorikan sebagai “dekat dengan ancaman” (near threatened) oleh IUCN karena walaupun jumlahnya belum masuk kategori terancam punah, namun di masa depan diperkirakan populasinya akan menyusut hingga akhirnya terancam punah. Populasi pari manta dianggap dekat dengan bahaya karena tingginya kegiatan perikanan dan kondisi laut yang semakin terpolusi, namun rasio kelahiran mereka rendah.
(berbagai sumber)

Ikan Barracuda


barracuda
Barracuda adalah ikan dalam kelas Actinopterygii yang dikenal berwujud menyeramkan dan berukuran tubuh besar, yaitu sampai panjang enam kaki dan lebar satu kaki. Tubuhnya panjang dan ditutupi oleh sisik yang halus. Ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia. Barracuda adalah anggota genus Sphyraena, satu-satunya genus dalam familia Sphyraenidae. Keberadaan ikan barakuda ini sangat tergantung dari keadaan batu koral yang sehat. Jika batu-batu koral tempat barakuda tinggal sudah rusak maka keberadaannya pun terancam.
Ikan jenis barakuda yang tinggal di perairan Karibia ternyata sudah punah. Menurut para ahli kelautan, ikan buas tersebut mengalami kepunahan karena terlalu banyak diambil atau dipancing oleh para nelayan. Kebiasaan memancing para nelayan ternyata tidak ramah lingkungan. Mereka mengambil ikan-ikan di laut tanpa memperhatikan kelestariannya, sehingga membuat keberadaan ikan barakuda tersebut punah. Selain itu batu-batu koral tempat ikan barakuda tinggal juga banyak yang rusak.

Bagi penyelam, Barracuda cukup berbahaya karena sering menyerang, sebelum menyerang, Barracuda akan berdiri diam dari jarak yang jauh dan tiba-tiba… syut… kuping bisa hilang, atau badan akan terputus. Para penyelam disarankan untuk tidak memakai barang-barang yang berkilat (misalnya: anting) untuk menghindari ketertarikan Barracuda. Baracuda merupakan ikan air asin yang sudah dikenal karena akselerasi berenangnya.
Reputasi seram disandang karena giginya yang tajam dan tidak segan-segan menyerang apapun jika terancam. Jenis baracuda yang paling ditakuti adalah jenis “Great Baracuda” atau “the tiger of the sea” karena ukurannya yg super besar untuk ikan yang mempunyai kecepatan berenang di atas 5-7 knot.
Species

Ada 26 spesies barakuda yang diketahui:
  1. Barakuda sirip hiu, Sphyraena acutipinnis Day, 1876.

  2. Barakuda guinea, Sphyraena afra Peters, 1844.

  3. Barakuda pasifik, Sphyraena argentea Girard, 1854.

  4. Barakuda besar, Sphyraena barracuda (Walbaum, 1792).

  5. Sennet utara, Sphyraena borealis DeKay, 1842.

  6. Barakuda bergaris kuning, Sphyraena chrysotaenia Klunzinger, 1884.

  7. Barakuda Meksiko, Sphyraena ensis Jordan & Gilbert, 1882.

  8. Barakuda ekor kuning, Sphyraena flavicauda Rüppell, 1838.

  9. Barakuda mata besar, Sphyraena forsteri Cuvier, 1829.

  10. Barakuda Guachanche, Sphyraena guachancho Cuvier, 1829.

  11. Barakuda Heller, Sphyraena helleri Jenkins, 1901.

  12. Sphyraena iburiensis Doiuchi & Nakabo, 2005.

  13. Barakuda pelikan, Sphyraena idiastes Heller & Snodgrass, 1903.

  14. Barakuda Jepang, Sphyraena japonica Cuvier, 1829.

  15. Barakuda Pickhandle, Sphyraena jello Cuvier, 1829.

  16. Barakuda Lucas, Sphyraena lucasana Gill, 1863.

  17. Barakuda Australia, Sphyraena novaehollandiae Günther, 1860.

  18. Barakuda Obtuse, Sphyraena obtusata Cuvier, 1829.

  19. Sennet selatan, Sphyraena picudilla Poey, 1860.

  20. Barakuda merah, Sphyraena pinguis Günther, 1874.

  21. Barakuda gigi gergaji, Sphyraena putnamae Jordan & Seale, 1905.

  22. Barakuda sirip hitam, Sphyraena qenie Klunzinger, 1870.

  23. Barakuda Eropa, Sphyraena sphyraena (Linnaeus, 1758).

  24. Sphyraena tome Fowler, 1903.

  25. Barakuda mulut kuning, Sphyraena viridensis Cuvier, 1829.

  26. Sphyraena waitii Ogilby, 1908.

(Berbagai sumber)

Ikan Tengiri

Nama Lain : Narrow Barred Mackerel, Spaniards, Tanguigue
Jenis : Scomberomorus Commersoni
Ukuran : 5-15 Kg, bisa melebihi 60 Kg



Ikan tenggiri adalah ikan dari suku Scombridae yang ditemukan di lautan tropis dan subtropis. Karena kecepatan dan kualitas dagingnya yang tinggi membuat ikan ini dijadikan hadiah permainan memancing. Di Hawaii, ikan ini dikenal sebagai ono, sedangkan di Karibia dan Amerika Tengah ikan ini dipanggil peto. Dihargai sebagai salah satu yang terbaik dalam olah raga mancing. Menyambar umpan dengan ganas dan mempertontonkan kegigihan yang dipadukan dengan kecekatan dan kecepatan yang mengagumkan.
Ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan yang banyak terdapat di Propinsi Riau dari hasil utama bagi para nelayan. Secara fisik ikan tenggiri mempunyai dua jenis daging yaitu daging merah (gelap) dan daging putih (terang), sedangkan secara kimia daging merah banyak mengandung lemak, glikogen dan vitamin dan untuk daging putih banyak terdapat protein.
Ikan tenggiri tergolong kedalam famili Scombridae yang mempunyai bentuk memanjang, daging kulit yang licin, tidak bersisik kecuali sisik-sisk pada gurat sisi yang kecil-kecil, sirip pungung ada dua, letaknya berdekatan sekali dengan yang didepan disokong oleh jari-jari keras yang lemah sebanyak 16-17 buah, yang belakang disokong oleh 3-4 jari-jari keras dan 13-14 jari-jari lunak. Sirip dubur sama besar nya dengan sirip punggung yang belakang, dan disebelah belakangnya terdapat sirip-sirip tambahan sebanyak 9-10 buah, sama seperti pada sirip punggung. Sirip ekor cagak dua berlekuk dalam dengan kedua ujung sirip-siripnya yang panjang.
Tubuhnya tertutupi oleh sisik kecil dan tipis, punggungnya berwarna hijau-kebiruan, sisik berwarna perak, dengan pola garis-garis berwarna biru gelap, warnanya akan semakin pudar ketika mati. Ikan ini bermulut besar, dan taring di bagian bawah dan atas mulutnya terlihat lebih tajam daripada taring ikan mackerel Spanyol. Tengiri adalah ikan yang menghuni perairan tropika dan subtropika Indo-Pasifik.
Ikan ini termasuk ikan perenang tercepat dan juga termasuk ikan buas, predator dan karnivora. Penyebarannya terdapat di laut Merah, dekat pantai Timur Afrika, Laut-laut India, Malaysia, Indonesia dan sekitarnya. Ikan ini banyak disukai orang-orang . Dipasar selain dijual segar banyak juga yang diasinkan dan dipindang bahkan ada yang dibuat empek-empek, otak-otak dan kerupuk karena dagingnya yang begitu halus dan gurih. Berbagai cara memasaknya pun sudah banyak. Dan juga sangat cocok sekali jika ikan ini diolah menjadi steak, pasalnya ikan ini tidak memiliki banyak duri.
(berbagai sumber)

Sepat Mutiara

Sepat Mutiara

Sepat mutiara (Trichogaster leeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.
Pemerian
Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120mm. Berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali. Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh, mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan.
Rumus sirip dorsal, V-VII (jari-jari keras atau duri) dan 8–10 (jari-jari lunak); dan sirip anal XII-XIV, 25–30. Gurat sisi 30–37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek
Agihan dan habitat
Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam[4]. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air
Pemeliharaan di akuarium
Ukuran dan kondisi
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.
Pakan
Sepat mutiara adalah hewan omnivora, pemakan segala. Di akuarium, ikan ini dapat diberi pakan kering seperti pelet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup seperti udang renik.
Pemijahan
Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan. (Berbagai sumber)

Arwana Asia

ikan-arwana-asia
Arwana Asia (Scleropages formosus), adalah salah satu spesies ikan  air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa. Kelebihan ikan arwana terletak pada setiap jengkal tubuhnya. Mulai dari sisiknya, mata, sungut depan, sirip hingga ekornya.
Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta yang tersebar dimana-mana, menjadikan arwana menjadi ikan legenda. Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.
Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi:
  • Warna Hijau : Ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand, Malaysia

  • Warna emas dengan ekor merah : Ditemukan di Indonesia

  • Warna Emas : Ditemukan di Malaysia

  • Warna merah : Ditemukan di Indonesia

Ikan arwana juga tidak luput dari komoditi bisnis. Banyak pecinta arwana yang berinvestasi dengan cara membeli arwana ketika masih kecil dan menjualnya ketika sudah besar dengan keuntungan hingga 10X lipat hanya dalam waktu 1 tahun. Apalagi pada dasarnya Arwana adalah ikan yang kuat. Ia tidak memiliki masalah jika tidak diberi makan selama 1 minggu. Bahkan mungkin ikan ini bisa kuat puasa hingga 2 minggu.
Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyarakat Asia. Pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.
(berbagai sumber)

Ikan Black Ghost

 
Ikan Black Ghost (Apteronotus Albofrons), atau disebut juga ikan hantu (ikan setan) demikian sebutannya di Indonesia, merupakan ikan hias yang berasal dari sungai Amazon, Brazil, Amerika Selatan. Ikan ini memiliki bentuk tubuh pipih dengan panjang antara 26 cm hingga 48 cm, warna tubuh biru/ungu tua hingga kehitaman. Keunikan terdapat pada goresan warna putih yang terdapat sepanjang bagian dorsal (dimulai dari bagian kepala hingga dorsal tengah) serta dua garis berwarna putih pada bagian ekornya dan bersatunya sirip dada dan sirip perutnya. Bersatunya sirip dada dan sirip perut ini menyebabkan pada saat berenang dan terdapat arus air, siripnya akan berkibar-kibar sehingga menjadi daya tarik bagi ikan ini.

Ikan ini aktif pada malam hari (nokturnal) dan sangat sensitif terhadap cahaya. Untuk pemeliharaan di akuarium, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain harus tersedia tumbuhan air melayang untuk melindungi ikan dari sinar, tersedia tempat untuk bersembunyi bagi ikan (dapat dibuat dari pipa), suhu air dijaga pada kisaran 22°C hingga 26°C (72°F–80°F), dan keasaman air (pH) antara 6,5–7,5. Ikan Black Ghost memiliki sifat tenang dan jarang mengganggu ikan lainnya sehingga sering kali disebut sebagai ikan pendamai dan oleh karena itu dapat digabungkan dengan ikan lainnya di dalam akuarium.
Budidaya Ikan Black Ghost
PEMIJAHAN
1) Pemilihan Induk
Induk yang baik untuk dipijahkan adalah ikan yang sehat dan sudah dewasa, berumur kurang lebih 1,5 tahun dengan ukuran panjang badan antara 7 – 8 inchi (20-30 cm). Induk yang sehat dapat ditandai dengan warna tubuh yang cerah, bersih, tidak cacat serta gerakannya lincah (aktif).
 

2) Perbedaan Jantan dan betina:
a. Induk betina
Ikan betina mempunyai dagu pendek, badannya gemuk dan lebih besar dengan ukurannya lebih pendek daripada ikan jantan.
b. Induk Jantan
Ikan Jantan mempunyai dagu panjang dan rata (lurus) dengan badan panjang dan lurus.

3) Cara Pemijahan
Pemijahan dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu:
a. Set Pasang
Pemijahan dengan cara set pasang dilakukan di akuarium ukuran 100 x 50 x 40 Cm dapat diisi dengan 7 ekor induk dengan perbandingan 3 induk jantan dan 4 ekor induk betina.
b. Set Massal
Pada pemijahan set massal, black ghost dipijahkan dalam kolam atau bak fiber glass dengan ukuran panjang 2,5 x 1,5 x 0,5 m. Ke dalam kolam atau bak fiber tersebut dapat diisi 20 ekor induk black ghost dengan perbandingan 8 induk jantan dan 12 induk betina. pH air yang ideal untuk pemijahan ikan adalah sekitar 6,6 tetapi ikan ini akan berkembang dengan baik pada pH 6-7.
 

4) Perlengkapan untuk pemijahan
a. Tempat persembunyian
Tempat persembunyian merupakan salah satu perlengkapan penting yang dibutuhkan dalam pemijahan ikan black ghost. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan black ghost yang menyukai suasana gelap. Sebaliknya balck ghost akan keluar dari tempat persembunyian. Ukuran tempat persembunyian disesuaikan dengan ukuran induk black ghost. Jenisnya dapat berupa pipa pralon, batu bata, atau genteng.
b. Aerator
Penggunaan aerator adalah untuk menambah ketersediaan oksigen di dalam air.
c. Tempat untuk bertelur
Untuk tempat bertelur dapat digunakan bahan pakis atau ijuk yang telah ditata rapi.
 

5) Perawatan induk yang dipijahkan
Suhu air selama masa pemijahan harus selalu dipertahankan yaitu berkisar anatara 26 sampai dengan 28 derajat Celcius dengan kisaran pH antara 6-7.
Jenis pakan untuk induk black ghost, yaitu cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk (larva nyamuk).Cacing darah dapat diberikan dalam keadaan hidup atau beku. Sementara pemberian jentik nyamuk berfungsi untuk mempercepat penuaan sel telur.
Saat proses pemijahan sebaiknya black ghost jangan diberikan cacing sutera karena kadar lemaknya yang tinggi. Jumlah pakan yang diberikan 3 – 4 %. Penggantian air akuarium/bak pemijahan dilakukan dengan cara disipon/disedot sebanyak 1/3 bagian dari jumlah air keseluruhan.
PEMINDAHAN TELUR
Bersamaan dengan dimulainya kegiatan pembenihan maka perlu disiapkan akuarium untuk menampung akar pakis yang telah berisi telur. Pengambilan pakis yang berisi telur dari kolam pemijahan dilakukan pada pagi hari setelah pada malam harinya induk jantan dan betina mengeluarkan sperma dan telurnya.
PEMELIHARAAN BENIH
Dalam waktu 3-4 hari telur black ghost akan menetas. Telur yang tidak menetas atau membusuk sebaiknya segera disipon atau dibuang agar tidak mengganggu kelangsungan hidup ikan yang baru menetas.
Anak black ghost yang baru menetas mula-mula berwarna putih dan seperti lendir. Dengan bertambahnya umur anak black ghost akan berubah warna dari putih menjadi hitam. Perubahan warna ini juga diikuti dengan menghilangnya lendir dari tubuhnya.
Setelah berumur satu minggu, anak black ghost telah berwarna hitam. Anak black ghost yang masih berukuran kecil diberi pakan kutu air atau artemia.
PEMBESARAN
Untuk pembesaran dapat dilakukan di aquarium ukuran 100 x 35 x 50 cm dan dapat diisi anak black ghost yang baru menetas 3-4 hari sebanyak 200 – 250 ekor. Air yang digunakan sebaiknya air yang telah diendapkan selama sehari semalam.
Kualitas air selama pembesaran harus diperhatikan seperti halnya pada saat pemijahan. Pada akuarium pembesaran diberikan perlengkapan aerator dan tempat persembunyian. Dari usaha pembesaran, black ghost biasanya dipanen saat mencapai 2-3 inchi.
(Berbagai Sumber)