Friday, August 19, 2011

Sepat Mutiara

Sepat Mutiara

Sepat mutiara (Trichogaster leeri) adalah sejenis ikan hias air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Dalam bahasa Inggris disebut Pearl gourami, Mosaic gourami atau Lace gourami merujuk pada pola warna berbintik-bintik indah dengan garis hitam di sisi tubuhnya.
Pemerian
Ikan yang bertubuh pipih dan bermoncong runcing sempit, panjang keseluruhan beserta ekor hingga 120mm. Berwarna abu-abu atau kebiruan dengan pola butir-butir berwarna kehijauan atau keperakan serupa mutiara banyak sekali. Sebuah pita berwarna gelap berjalan pada tengah sisi tubuh, mulai dari ujung moncong melewati mata dan berakhir dengan sebuah bintik pada pangkal ekor. Hewan jantan lebih berwarna-warni, dengan tenggorokan dan sirip dubur bagian depan berwarna kemerahan.
Rumus sirip dorsal, V-VII (jari-jari keras atau duri) dan 8–10 (jari-jari lunak); dan sirip anal XII-XIV, 25–30. Gurat sisi 30–37 buah. Panjang standar (tanpa ekor) kira-kira 2,4 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek
Agihan dan habitat
Sepat mutiara menyebar mulai dari Thailand, Malaysia, Sumatra, hingga Kalimantan. Ikan ini merupakan penghuni rawa-rawa dataran rendah yang berair sedikit asam[4]. Ikan ini biasanya senang berada dekat permukaan hingga setengah kedalaman air
Pemeliharaan di akuarium
Ukuran dan kondisi
Untuk memelihara sepasang sepat mutiara sebaiknya digunakan kolam atau akuarium berukuran sekurang-kurangnya 60 liter; lebih besar ukurannya akan lebih baik, karena ikan ini akan menunjukkan gejala stres apabila merasa terbatasi ruangannya. Suhu air sebaiknya berkisar antara 22–28 °C (72–82°F). Permukaan airnya hendaknya berhubungan langsung dengan udara terbuka, agar organ labirin ikan ini dapat berfungsi dengan baik. Kelengkapan akuarium yang diperlukan di antaranya adalah substrat dan ornamen yang sesuai, tetumbuhan air, filter air, pencahayaan, serta perawatan.
Sepat mutiara adalah ikan yang cinta damai. Ikan ini dapat hidup bercampur dengan jenis-jenis ikan lainnya, namun sebaiknya jangan digabungkan dengan ikan-ikan yang bersifat agresif atau terlalu aktif. Juga perlu dijaga agar akuarium tidak terlalu penuh agar sepat mutiara tidak gelisah. Tandanya, sepat jantan dapat tiba-tiba saja menyerang atau menggertak ikan lain yang terasa mengganggunya.
Pakan
Sepat mutiara adalah hewan omnivora, pemakan segala. Di akuarium, ikan ini dapat diberi pakan kering seperti pelet atau cacing tubifex kering. Sesekali, juga dapat diberikan pakan hidup seperti udang renik.
Pemijahan
Untuk tempat memijah, akuarium perlu dilengkapi dengan tanaman air yang mengapung. Di sini ikan jantan akan membuat sarang busa atau sarang gelembung dari air ludahnya, sebagai tempat memijah dan menyimpan telur hingga menetas nanti. Percumbuan dan pemijahan akan berlangsung di sarang ini, dan sesudah telur dikeluarkan dan dibuahi, sepat betina akan diusir keluar oleh si jantan. Sebagaimana jenis-jenis sepat lainnya, jantan sepat mutiara akan menjagai telur-telur ini hingga menetas.
Sekali memijah biasanya betina akan mengeluarkan 150–200 butir telur. Telur ikan akan menetas setelah 24 jam kemudian. Beberapa hari berikutnya burayak (anak-anak ikan) mulai aktif berenang. Pada saat itu hendaknya ikan jantan dipisahkan dari anak-anaknya, agar burayak-burayak itu tidak dimakannya. Anak-anak ikan mula-mula dapat diberi pakan udang renik, dan minggu-minggu berikutnya dapat diberi pakan kering yang dihaluskan. (Berbagai sumber)

Arwana Asia

ikan-arwana-asia
Arwana Asia (Scleropages formosus), adalah salah satu spesies ikan  air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa. Kelebihan ikan arwana terletak pada setiap jengkal tubuhnya. Mulai dari sisiknya, mata, sungut depan, sirip hingga ekornya.
Ikan arwana atau Arwana Asia (Scleropages formosus) adalah salah satu ikan paling favorit di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta yang tersebar dimana-mana, menjadikan arwana menjadi ikan legenda. Arwana termasuk famili ikan “karuhun”, yaitu Osteoglasidae atau famili ikan “bony-tongue” (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.
Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada empat varietas warna yang terdapat di lokasi:
  • Warna Hijau : Ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand, Malaysia

  • Warna emas dengan ekor merah : Ditemukan di Indonesia

  • Warna Emas : Ditemukan di Malaysia

  • Warna merah : Ditemukan di Indonesia

Ikan arwana juga tidak luput dari komoditi bisnis. Banyak pecinta arwana yang berinvestasi dengan cara membeli arwana ketika masih kecil dan menjualnya ketika sudah besar dengan keuntungan hingga 10X lipat hanya dalam waktu 1 tahun. Apalagi pada dasarnya Arwana adalah ikan yang kuat. Ia tidak memiliki masalah jika tidak diberi makan selama 1 minggu. Bahkan mungkin ikan ini bisa kuat puasa hingga 2 minggu.
Arwana Asia terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyarakat Asia. Pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.
(berbagai sumber)

Ikan Black Ghost

 
Ikan Black Ghost (Apteronotus Albofrons), atau disebut juga ikan hantu (ikan setan) demikian sebutannya di Indonesia, merupakan ikan hias yang berasal dari sungai Amazon, Brazil, Amerika Selatan. Ikan ini memiliki bentuk tubuh pipih dengan panjang antara 26 cm hingga 48 cm, warna tubuh biru/ungu tua hingga kehitaman. Keunikan terdapat pada goresan warna putih yang terdapat sepanjang bagian dorsal (dimulai dari bagian kepala hingga dorsal tengah) serta dua garis berwarna putih pada bagian ekornya dan bersatunya sirip dada dan sirip perutnya. Bersatunya sirip dada dan sirip perut ini menyebabkan pada saat berenang dan terdapat arus air, siripnya akan berkibar-kibar sehingga menjadi daya tarik bagi ikan ini.

Ikan ini aktif pada malam hari (nokturnal) dan sangat sensitif terhadap cahaya. Untuk pemeliharaan di akuarium, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain harus tersedia tumbuhan air melayang untuk melindungi ikan dari sinar, tersedia tempat untuk bersembunyi bagi ikan (dapat dibuat dari pipa), suhu air dijaga pada kisaran 22°C hingga 26°C (72°F–80°F), dan keasaman air (pH) antara 6,5–7,5. Ikan Black Ghost memiliki sifat tenang dan jarang mengganggu ikan lainnya sehingga sering kali disebut sebagai ikan pendamai dan oleh karena itu dapat digabungkan dengan ikan lainnya di dalam akuarium.
Budidaya Ikan Black Ghost
PEMIJAHAN
1) Pemilihan Induk
Induk yang baik untuk dipijahkan adalah ikan yang sehat dan sudah dewasa, berumur kurang lebih 1,5 tahun dengan ukuran panjang badan antara 7 – 8 inchi (20-30 cm). Induk yang sehat dapat ditandai dengan warna tubuh yang cerah, bersih, tidak cacat serta gerakannya lincah (aktif).
 

2) Perbedaan Jantan dan betina:
a. Induk betina
Ikan betina mempunyai dagu pendek, badannya gemuk dan lebih besar dengan ukurannya lebih pendek daripada ikan jantan.
b. Induk Jantan
Ikan Jantan mempunyai dagu panjang dan rata (lurus) dengan badan panjang dan lurus.

3) Cara Pemijahan
Pemijahan dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu:
a. Set Pasang
Pemijahan dengan cara set pasang dilakukan di akuarium ukuran 100 x 50 x 40 Cm dapat diisi dengan 7 ekor induk dengan perbandingan 3 induk jantan dan 4 ekor induk betina.
b. Set Massal
Pada pemijahan set massal, black ghost dipijahkan dalam kolam atau bak fiber glass dengan ukuran panjang 2,5 x 1,5 x 0,5 m. Ke dalam kolam atau bak fiber tersebut dapat diisi 20 ekor induk black ghost dengan perbandingan 8 induk jantan dan 12 induk betina. pH air yang ideal untuk pemijahan ikan adalah sekitar 6,6 tetapi ikan ini akan berkembang dengan baik pada pH 6-7.
 

4) Perlengkapan untuk pemijahan
a. Tempat persembunyian
Tempat persembunyian merupakan salah satu perlengkapan penting yang dibutuhkan dalam pemijahan ikan black ghost. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan black ghost yang menyukai suasana gelap. Sebaliknya balck ghost akan keluar dari tempat persembunyian. Ukuran tempat persembunyian disesuaikan dengan ukuran induk black ghost. Jenisnya dapat berupa pipa pralon, batu bata, atau genteng.
b. Aerator
Penggunaan aerator adalah untuk menambah ketersediaan oksigen di dalam air.
c. Tempat untuk bertelur
Untuk tempat bertelur dapat digunakan bahan pakis atau ijuk yang telah ditata rapi.
 

5) Perawatan induk yang dipijahkan
Suhu air selama masa pemijahan harus selalu dipertahankan yaitu berkisar anatara 26 sampai dengan 28 derajat Celcius dengan kisaran pH antara 6-7.
Jenis pakan untuk induk black ghost, yaitu cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk (larva nyamuk).Cacing darah dapat diberikan dalam keadaan hidup atau beku. Sementara pemberian jentik nyamuk berfungsi untuk mempercepat penuaan sel telur.
Saat proses pemijahan sebaiknya black ghost jangan diberikan cacing sutera karena kadar lemaknya yang tinggi. Jumlah pakan yang diberikan 3 – 4 %. Penggantian air akuarium/bak pemijahan dilakukan dengan cara disipon/disedot sebanyak 1/3 bagian dari jumlah air keseluruhan.
PEMINDAHAN TELUR
Bersamaan dengan dimulainya kegiatan pembenihan maka perlu disiapkan akuarium untuk menampung akar pakis yang telah berisi telur. Pengambilan pakis yang berisi telur dari kolam pemijahan dilakukan pada pagi hari setelah pada malam harinya induk jantan dan betina mengeluarkan sperma dan telurnya.
PEMELIHARAAN BENIH
Dalam waktu 3-4 hari telur black ghost akan menetas. Telur yang tidak menetas atau membusuk sebaiknya segera disipon atau dibuang agar tidak mengganggu kelangsungan hidup ikan yang baru menetas.
Anak black ghost yang baru menetas mula-mula berwarna putih dan seperti lendir. Dengan bertambahnya umur anak black ghost akan berubah warna dari putih menjadi hitam. Perubahan warna ini juga diikuti dengan menghilangnya lendir dari tubuhnya.
Setelah berumur satu minggu, anak black ghost telah berwarna hitam. Anak black ghost yang masih berukuran kecil diberi pakan kutu air atau artemia.
PEMBESARAN
Untuk pembesaran dapat dilakukan di aquarium ukuran 100 x 35 x 50 cm dan dapat diisi anak black ghost yang baru menetas 3-4 hari sebanyak 200 – 250 ekor. Air yang digunakan sebaiknya air yang telah diendapkan selama sehari semalam.
Kualitas air selama pembesaran harus diperhatikan seperti halnya pada saat pemijahan. Pada akuarium pembesaran diberikan perlengkapan aerator dan tempat persembunyian. Dari usaha pembesaran, black ghost biasanya dipanen saat mencapai 2-3 inchi.
(Berbagai Sumber)

Hiu Banteng

Hiu-Banteng
Hiu banteng juga dikenal dengan Hiu Zambezi atau Zambi di Afrika dan Hiu Nicaragua di Nicaragua, banyak ditemukan di perairan dangkal dan hangat sepanjang pantai, dan dikenal karena kelakuannya yang tidak dapat diprediksi, kadang-kadang agresif.
Mereka toleransi terhadap air tawar, hal ini sangat langka ditemukan pada hiu laut. Dengan ini mereka bisa pergi jauh menelusuri hulu sungai dan menyerang manusia jauh dari laut. Meskipun begitu mereka bukan hiu sungai (genus glyphis) sejati.
Klasifikasi ilmiah
Nama binomial: Carcharhinus leucas
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Upakelas: Elasmobranchii
Ordo: Carcharhiniformes
Famili: Carcharhinidae
Genus: Carcharhinus
Spesies: C. leucas
Hiu Banteng bersifat sangat agresif dan biasanya hidup didaerah padat manusia di tepi-tepi pantai tropis. Hiu jenis ini bahkan tidak mempedulikan bahwa mereka masuk ke daerah air payau atau bahkan masuk ke sungai berair tawar.
Seekor Hiu Banteng bahkan pernah ditemukan ribuan mil jauh di dalam sungai Amazon, bahkan di Nikaragua pernah ditemukan Hiu Banteng yang berusaha masuk ke sebuah danau di daratan dengan melawan arus sungai seperti halnya seekor ikan salmon.
Karena sifat karakteristik tersebut, banyak ahli Hiu menyatakan hiu jenis ini termasuk Hiu yang paling berbahya di dunia. Hiu Banteng bersepupu dengan Hiu Putih dan Hiu Macan, 3 dari spesies hiu yang sering diberitakan menyerang manusia.
Makanan
Makanan hiu banteng bervariasi meliputi ikan, hiu lain, ikan pari, lumba-lumba, penyu, burung, kerang, echinodermata, udang-udangan, bahkan mammalia darat.
Reproduksi
Perkawinan terjadi biasanya pada musim panas. Setelah mengandung selama satu tahun, hiu banteng melahirkan hingga 13 anak (mereka vivipar). Anak mereka memiliki panjang kira-kira 70 cm saat dilahirkan dan menjadi dewasa setelah berumur 10 tahun.

Hiu Banteng mendapatkan namanya dari moncongnya yang pendek dan tumpul dan sifat mereka yang sering berkelahi dan ada kecenderungan untuk menanduk (menabrak) mangsa mereka sebelum menyerang seperti halnya banteng. Ukuran Hiu ini digolongkan ke dalam jenis Hiu berukuran medium, berbadan cukup gemuk dengan sirip yang cukup besar.
Warna tubuh mereka adalah abu-abu dibagian atas dan putih dibagian bawah, dimana ujung siripnya memiliki tanda berwarna hitam terutama untuk Hiu banteng yang masih muda.
Hiu ini sering ditemukan menjelajah daerah yang dangkal, daerah air yang hangat diseluruh lautan dunia. Bergerak cepat dan termasuk kedalam jenis predator yang cerdas. Mereka akan memakan apapun yang mereka bisa lihat, termasuk ikan, lumba-lumba, atau bahkan Hiu lainnya.
Saat ini Hiu Banteng tidak termasuk kedalam jenis Hiu yang terancam punah. Tetapi, bagaimanapun mereka sering ditangkap untuk dijadikan santapan manusia, diambil kulitnya, pembuatan minyak hiu yang mengakibatkan jumlah mereka terus menyusut. Satu penelitian mengatakan bahwa jumlah mereka semakin menurun dibandingkan dekade sebelumnya.
Masa hidup rata-rata: 16 tahun
Ukuran : 2.1 sampai 3.4 m
Berat: 90 sampai 230 kg
Perbandingan Hiu banteng dengan manusia 2m
Daerah berwarna biru dekat pantai merupakan habitat Hiu Banteng
Habitat hiu banteng
(Berbagai Sumber)

Ikan Cakalang


 

Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Ikan berukuran terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna. Cakalang termasuk jenis ikan tuna dalam famili Scombridae, species Katsuwonus pelamis. Collete menjelaskan ciri-ciri morfologi cakalang yaitu tubuh berbentuk fusiform, memanjang dan agak bulat, tapis insang  berjumlah 53-63 pada helai pertama.


Mempunyai dua sirip punggung yang terpisah. Pada sirip punggung yang pertama terdapat 14-16 jari-jari keras, jari-jari lemah pada sirip punggung kedua diikuti oleh 7-9 finlet. Sirip dada pendek, terdapat dua flops diantara sirip perut. Sirip anal diikuti dengan 7-8 finlet. Badan tidak bersisik kecuali pada barut badan (corselets) dan lateral line terdapat titik-titik kecil. Bagian punggung berwarna biru kehitaman (gelap) disisi bawah dan perut keperakan, dengan 4-6 buah garis-garis berwarna hitam yang memanjang pada bagian samping badan. Badan tidak memiliki sisik kecuali pada bagian barut badan (corselet) dan garis lateral.
Cakalang dikenal sebagai perenang cepat di laut zona pelagik. Ikan ini umum dijumpai di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik. Cakalang tidak ditemukan di utara Laut Tengah. Hidup bergerombol dalam kawanan berjumlah besar (hingga 50 ribu ekor ikan). Makanan mereka berupa ikan, crustacea, cephalopoda, dan moluska. Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu. Cakalang termasuk ikan perenang cepat dan mempunyai sifat makan yang rakus. Ikan jenis ini sering bergerombol yang hampir bersamaan melakukan ruaya disekitar pulau maupun jarak jauh dan senang melawan arus, ikan ini biasa bergerombol diperairan pelagis hingga kedalaman 200 m. Ikan ini mencari makan berdasarkan penglihatan dan rakus terhadap mangsanya.

Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan asap. Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo. Ikan cakalang diproses untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi (kaldu ikan) untuk masakan Jepang. Ikan cakalang, di Manado, diawetkan dengan cara pengasapan, disebut cakalang fufu (cakalang asap). Katsuobushi adalah makanan awetan berbahan baku ikan cakalang (katsuo). Katsuobushi diserut menjadi seperti serutan kayu untuk diambil kaldunya yang merupakan bahan dasar masakan Jepang, ditaburkan di atas makanan sebagai penyedap rasa, atau dimakan begitu saja sebagai teman makan nasi.

Ikan cakalang adalah ikan yang sudah dikonsumsi orang Jepang sejak zaman kuno. Dari beberapa situs penggalian seperti di Hachinohe  (Prefektur Aomori) berhasil ditemukan sisa-sisa ikan cakalang bekas dimakan orang zaman Jomon. Walaupun ada kemungkinan teknik pengeringan ikan cakalang sudah dikuasai orang Jepang sejak abad ke-5, hasil akhirnya mungkin sangat berbeda dengan katsuobushi yang dikenal sekarang. Berdasarkan catatan zaman kuno juga diketahui teknik pengolahan ikan cakalang yang sesudah jadi lebih mirip ikan kering.
(berbagai sumber)

Sword fish

Ikan Todak atau Swordfish
Todak (Xiphias gladius) atau Swordfish adalah sejenis ikan laut yang rahang atas dan moncongnya memanjang berbentuk seperti pedang pipih dan kuat, berukuran hampir sepertiga panjang badan ikan tersebut. Tubuh ikan todak panjang membulat dapat mencapai 2 – 4,6 m dan dapat berbobot hingga 650 kg. Kulitnya licin tidak bersisik, bagian atas tubuhnya berwarna keunguan atau kebiruan dan bagian bawah tubuhnya keperakan. Banyak terdapat di perairan tropis dan perairan iklim sedang. Ikan todak satu-satunya anggota famili Xiphiidae.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Xiphiidae
Genus: Xiphias
Spesies: X. gladius
Nama binomial
Xiphias gladius
Linnaeus, 1758
Ciri-ciri dan Kebiasaan
Nama ilmiahnya berasal dari paruhnya yang panjang dan tajam menyerupai pedang (Latin gladius) atau tombak. Pedang tersebut bersama dengan bentuk tubuh yang melancip memungkinkan ikan todak menyibak air dengan mudah dan lincah. Berlawanan dengan kepercayaan, pedangnya itu tidak dipakai menombak, melainkan untuk memukul untuk melukai mangsanya, untuk membuat mangsa tersebut mudah ditangkap. Untuk menangkap mangsanya, ikan todak sangat bergantung pada kecepatannya yang dapat mencapai 80 kilometer per jam serta kelincahan dalam air. Satu penggunaan untuk pertahanan yang mungkin dari pedangnya adalah melindungi dirinya dari pemangsa alaminya yang sedikit. Hiu mako sirip-pendek adalah salah satu binatang laut jarang yang cukup besar dan cepat untuk mengejar dan membunuh seekor ikan todak, namun hiu itu tidak selalu menang. Kadang-kadang, saat berjuang melawan seekor hiu, seekor ikan todak dapat membunuh hiu tersebut dengan menusuknya di insang atau perut.
Todak betina lebih besar dari yang jantan, dengan jantan yang lebih berat dari 135 kg jarang ditemukan. Ikan todak betina dewasa pada umur 4-5 tahun di Pasifik barat-laut sementara jantan dewasa sekitar umur 3 sampai 4 tahun. Di Pasifik Utara, pemijahan berkelompok terjadi di air yang lebih hangat daripada 24 °C dari bulan Maret hingga Juli dan sepanjang tahun di Pasifik katulistiwa. Ikan todak dewasa mencari makan yang berupa ikan pelagis seperti tuna kecil, lemadang, barakuda, dan ikan terbang, makarel, dan juga spesies bentik seperti hake dan rockfish. Jika ada, cumi-cumi juga mangsa yang penting. Ikan todak dewasa dianggap memiliki sedikit pemangsa, sedangkan ikan todak muda sangat rentan dimangsa oleh ikan pelagis besar.
Meskipun ikan todak termasuk hewan berdarah dingin, mereka mempunyai organ khusus dekat mata untuk menghangatkan mata dan juga otak mereka. Suhu 10 sampai 15 °C di atas suhu air sekitarnya telah diukur. Pemanasan mata meningkatkan penglihatannya, dan meningkatkan kemampuannya dalam menagkap mangsa. Dari lebih dari 25.000 spesies ikan bertulang sejati, hanya 22 yang diketahui mampu menghangatkan bagian tubuh tertentu di atas suhu air sekitarnya. Di antara ikan-ikan tersebut adalah ikan todak, marlin dan tuna.
Ikan todak bukan ikan yang hidup berkelompok. Mereka berenang sendirian dan dalam pengelompokan yang berjauhan, terpisah sekitar 10 meter dari ikan todak tetangganya. Mereka sering ditemukan berjemur di permukaan, mengudarakan sirip punggung pertamanya. Penumpang kapal melaporkan hal ini sebagai pemandangan indah, seperti lompatan kuatnya yang membuat spesies ini dikenal. Lompatan ini oleh beberapa peneliti dianggap untuk melepaskan hama, seperti remora atau lamprey. Lompatan itu juga bisa menjadi cara ikan todak makan di permukaan dengan mengejutkan ikan kecil saat todak itu melompat dari air, membuat ikan kecil tersebut lebih mudah ditangkap untuk dimakan.Ikan todak makan setiap hari, seringkali pada malam hari saat mereka naik ke permukan dan air dekat permukaan untuk mencari ikan yang lebih kecil. Mereka telah diaamati bergerak melewati sekawanan ikan, menebaskan pedangnya untuk membunuh atau mengejutkan mangsanya. Di Atlantik Utara bagian barat, cumi-cumi merupakan makanannya yang populer. Ikan seperti menhaden, makerel, bluefish, silver hake, butterfish, dan hering juga merupakan makanan ikan todak.
Mancing Swordfish
Mancing swordfish merupakan suatu keasyikan yang luar biasa menyenangkan mengingat besar tubuhnya serta gerak tubuhnya yang sangat dinamis dipermukaan air. Pemancingan ikan swordfish membutuhkan keahlian yang tinggi terutama pada saat “fight”. Dengan daya tarik yang luar biasa kemungkinan untuk mendapatkan ikan ini sangat bergantung dengan kekuatan senar yang digunakan, juga ketrampilan tarik ulur untuk melemahkan daya tubuh ikan.
Ikan swordfish paling banyak dipancing dengan menggunakan cara trolling dengan menggunakan perahu yang berjalan dengan lambat. Umpan trolling yang meluncur di permukaan air dan di perairan tengah akan menarik perhatian ikan swordfish. Banyak para pemancing menggunakan umpan berupa sendok yang terbuat dari logam sebagai umpannya, warnanya yang mengkilat akan menarik ikan swordfish untuk menyantapnya. Jenis umpan cumi-cumi imitasi juga digunakan sebagai umpan trolling, bisa juga menggunakan umpan hidup seperti ikan teri atau anchovy yang segar dan masih berwarna keperakan.
Pemancingan ikan swordfish di beberapa negara sudah diatur dalam undang-undang yang mengikat. Bahkan ada yang memberikan aturan catch and release sebagai aturan memancing yang wajib diikuti oleh para pemancing yang bersertifikat. Memang memancing ikan swordfish masih menjadi favorit bagi kalangan pemancing trolling karena tingkat kesulitannya yang tinggi dengan fighting yang bisa berlangsung sampai berjam-jam.
Ikan swordfish dibeberapa negara termasuk ikan yang dilindungi karena populasinya yang cukup mengkhawatirkan. Penangkapan ikan komersil seperti penggunaan pukat dan droplining adalah salah satu contoh teknik penangkapan ikan yang ilegal karena merusak populasi ikan swordfish secara massal.
(Berbagai Sumber)

Fly Fishing

Fly fishing merupakan teknik mancing yang cukup kuno, umumnya dikenal sebagai teknik mancing ikan trout dan salmon, tetapi saat ini banyak digunakan untuk memancing berbagai jenis ikan lain seperti hampala, toman, bass, pacu, dan lain-lain.
Kata fly fishing sendiri berasal dari kata flies yang artinya lalat atau bisa berarti serangga. Teknik memancing fly fishing menggunakan umpan buatan berbentuk lalat atau berbagai jenis serangga  yang menjadi makanan alami ikan trout dan salmon di perairan tawar. Umpan yang dipakai biasanya dibuat dari berbagai macam bahan, biasanya terbuat dari jenis-jenis rambut, bulu dari berbagai macam bulu unggas, yang diikatkan ke mata pancing secara menarik sehingga bisa menyerupai serangga sungguhan di alam liar. Penggunaan bulu dan rambut sudah semenjak dahulu dipakai untuk umpan, namun teknik fly fishing modern juga menggunakan beberapa bahan sintetis dari benang dan jenis-jenis serat lain sehingga efek bentuk nyatanya bisa lebih bagus dibandingkan dengan umpan fly fishing jaman dahulu.
Dalam fly fishing, ikan dipancing dengan menggunakan fly atau umpan buatan yang menyerupai serangga atau ikan kecil yang dicast (dilempar) dengan menggunakan fly rod dan fly line. Fly line cukup berat untuk membuat fly atau serangga buatan melayang dan jatuh di dekat ikan target. Inilah yang membedakannya dengan teknik cast yang lain, karena pemberatnya ada pada line bukan pada umpan atau timah pemberat.

Fly atau serangga buatan yang digunakan dalam fly fishing sangan bervariasi dalam bentuk, ukuran, berat, warna, dll. Fly atau serangga buatan, dibuat dengan cara tying atau mengikat bulu, rambut hewan, serta bahan lainnya baik sintetis maupun alami pada hook atau kail dengan benang. Awalnya pembuatan fly menggunakan bahan-bahan alami, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan kesulitan memperoleh bahan-bahan alami, bahan-bahan sintetis mulai populer. Fly biasanya dibuat berdasarkan ukuran, warna, corak yang sesuai dengan kondisi setempat dan serangga air, ikan umpan atau mangsa yang menarik bagi species ikan yang menjadi target.
Di perairan tawar terdapat Jenis ikan yang menjadi favorit para pemancing yakni ikan salmon. Salmon yang merupakan ikan yang selalu bermigrasi saat waktunya bertelur biasanya akan mendatangi sungai-sungai besar di pegunungan dari laut. Dan jika musimnya telah tiba memancing dengan menggunakan teknik fly fishing biasa dilakukan orang pedesaan seperti di negara Amerika dan Eropa.

Cara memancing fly fishing adalah dengan membuat sebuah rangkaian pancing yang terdiri atas joran, tali senar yang dihubungkan dengan reel serta ujungnya adalah mata pancing yang sudah berbentuk serangga. Penggunaan pemberat bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan. Joran fly fishing dibuat dari bahan yang lentur sehingga pemancing bisa melemparkan umpan ini dengan mudah. Penggunaan joran yang ringan akan membantu pemancing melemparkan kail.
Teknik memancing fly fishing biasanya pada sungai yang berarus karena daerah seperti ini biasanya banyak terdapat ikan trout atau salmon. Umpan fly fishing dilontarkan ke arah air datang di sungai dan dibiarkan mengikuti arus sampai cukup jauh dan bisa kita ulang lagi berkali-kali. Dengan cara pemancingan fly fishing yang membutuhkan arus yang cukup deras, para pemancing sebaiknya menggunakan baju memancing khusus yang bisa anda gunakan memancing di dalam air bahkan sampai ketinggian di perut namun anda tidak basah, karena pakaian ini kedap air. Dengan cara demikian teknik fly fishing dapat menjangkau perairan sungai lebih luas.
(Berbagai Sumber)